Saturasi

July 29th, 2008 by al-fath

Mulai ngisi blog friendster…salah satu tempat kucurahkan isi hatiku..saat sedih, duka dan butuh nasihat.
Kadang bahkan seringkali dengan menulis semua permasalahan, terasa lebih luas perasaan yang sempit dan menjadi ringan beban yang berat. Sahabat yang menemani saat gundah dan sedih. tempat aku menumpahkan sedikit cerita tentang diriku. Diri yang merasa kehilangan, kehilangan jati diri dan sahabat-sahabatku.

Jati diri yang …cukuplah ..moga aku bisa kembali bahkan lebih baik seperti dulu. Idealisme yang hampir tak bisa kujaga, membuat diri semakin merasa tak berarti.  Harapanku hanya ada pada satu …Allahu Robbi…

Tapi saat aku jatuh karena berbuat maksiat padaNya…terasa sempit jalanku…aku malu berkata-kata padaNya. karena sering kali aku mengecewakan-Nya…

Siapa lagi? siapa lagi? siapa lagi yang dapat membantuku? selain dia? tak ada…tak ada jawabannya…

Sahabat…aku rindu kehadiranmu, kau takkan mampu menghilangkan sedih, duka , lara, sepi, hampa dan hal-hal menyesakkan yang hadir dalam hidupku…Namun ada hal yang bisa kau lakukan untukku, bantu aku tuk mencintai Tuhanku, tak mengecewakannya lagi. Bantu aku tuk selalu semangat beribadah padaNya, beramal karena-Nya… sedih…jika ku Dia tak memandangku Lagi..tak ada lagi kolong langit selain kolong langit-Nya….astagfirullah.

Tuhanku, mohon ampuni aku, ku coba tuk taat, namun jiwaku masih lemah, terhempas nafsuku.. Tuhanku maafkanlah jika pengabdianku tidak sesempurna impianku dan janjiku pada-Mu…

Allah, hamba tak mampu laksanakan semua perintahmu, tak mampu bersih dari dosa-dosa….Hanya pengampunanmu yang menjadi harapanku….Diri ini tak luput dari dosa..

Allah, pengharapanku padamu sungguh besar, namun jangan jadikan hati ini terlena, tertipu. Ingatkan aku selalu bahwa Engkau Maha Pengasih Maha Penyayang, dan Maha bijaksana yang memiliki ketentuan Terbaik ketentuan yang Maha Dahsyat, ketentuan yang Indah dan bijaksana. Takdir-Mu, tiada yang mampu mengelak…Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…. Astagfirullaah.

Saat sepiku ini ku harap datang hambamu, membawakan air semangat yang segar dan meyegarkan jiwa dan hatiku. Melalui dia ku harap dapatkan Cinta-Mu…semangat tuk selalu mencintai-Mu.

Rabb, jangan biarkan kuberikan hati ini selain pada-Mu.

Rasanya ingin sekali ku berbagi duka ini, suka ini pada seseorang yang kau halalkan untukku. Seseorang yang melaluinya Kau hapuskan Lelahku, Kau bakar semangatku, Kau sejukkan hatiku, Kau obati lukaku….

Aku, rindu kehadiran-Mu dalam hari-hariku. Hampa ya Allah..hidupku hampa tanpa perhatian-Mu.

Jika cintaku salah, cinta yang berlandaskan nafsu, cinta yang kutujukan kepada hamba-Mu ini… Alihkan lah ya Allah, alihkan hatiku pada cinta -Mu…

Batinku menangis dalam kesepian ini..hanya Engkau yang mampu menyekanya danmembuatnya tersenyum…..Astagfirullah

Rabbanaa Hablanaa min azwaajina wadzurriyatina Qurrata A’yun waj’alnaa lil muttaqiieena imaama.

Jika Kau Izinkan aku tuk sempurnakan agamaku, condongkan hatiku pada seseorang yang memang kelak menjadi istriku…jadikan ia mencintaiku dan aku mencintainya. Tautkan hatiku dan hatinya dengan cincin cinta-Mu yang terbuat dari ketulusan niat karena-Mu, kesungguhan dan rasa kasih sayangku padanya dan rasa kasih sayangnya padaku. Bukan cincin yang terbuat dari keangkuhan , batu acuh tak acuh , dan kesombongan.

Bukan cantik yang kudamba, jika itu hanya topeng belaka. Bukan angkuh dan merasa hina jika keduanya menjerumuskan pada nestapa yang berkepanjangan.

Tiada yang menawan dari dirimu, namun akhlak yang mulia dan nilai-nilai kebaikan dan cita-cita yang agung yang menghentikan langkah hatiku, dan acuh tak acuhku..

Aku mencintaimu karena Allah… jangan biarkan hati ini tertawan pada yang sesuatu yang membinasakan diriku..biarkan aku tertawan pada apa yang telah Dia nasihatkan padaku. Bahwasanya nikahilah wanita karena Agamanya.

Bukan nafsu yang memilihmu, namun pertimbangan agama dan hatiku yang membujukku tuk memilihmu…

Namun….aku tak memaksamu…dan tak ingin bersikap serba terlalu….karena hatimu..adalah  bagian dirimu yang mampu berkata dan memilih.

Yang aku khawatirkan bukan kehilangan dirimu, namun yang aku khawatirkan aku kehilangan jatidiriku, dan ketaatanku pada-Nya…

Aku tahu kekurangan diriku, namun tak lebih tahu daripada Tuhanku. Aku selalu perhatikan kekuranganmu, sungguh ku ingin perbaiki itu, karena aku cinta padamu…bukan nafsuku berkata demikian.

Allahu Rabbi, saat kagum, nafsu dan tamak berkata…sudahkah aku menemukan cinta yang kau ridhoi?

Cinta…. bukan hal yang jijik, dan memalukan. Bukan suatu yang salah jika kau tuliskan dan ucapkan tentang cinta…

Cinta bukan suatu yang haram, maka dari itu..janganlah  hina tulisan cintaku ini ataupun mencampakkannya…

Bukan mau dihargai, namun cinta adalah sesuatu yang kau miliki yang merupakan bagian istimewa di setiap hati manusia…

Alhamdulillah…alhamdulillaah…

Allahu Robbi jadikan aku manusia yang baik dan tulus hati melaksanakan segala sesuatu karenaMu, dan jadikan aku seorang yang memang pantas meminang bidadari-Mu….

Khitbahkan dia untukku ya Allah..jadikan aku manusia yang bahagia di dunia dan di akhirat… Aaamiiin

catatan penyeka airmata hatiku, alhamdulillah. Moga aku bisa mencintai orang-orang yang mencintaiku dan Semoga Allah mencintai orang-orang yang mencintaiku dan kami mencintai-Nya. Subhanallah. Pertemukan aku dengan bidadari jannah-Mu ya Allah yang kau turunkan ke Bumi. Jadikan kami mencintaimu dan Engkau mencintai kami….

Tak ada yang dapat memberi harapan yang pasti melainkan Engkau ya Allah.. yaa Robbi…astagfirullah

Aku mohon ampun ya Allah atas khilafku dan kebodohanku serta dosa-dosaku…
Terima kasih atas anugerahmu ini, kemampuan tuk menulis dan berkata dalam hati…Takjub aku atas ciptaan-Mu….dan jadikan aku takjub juga dengan pertemuan dengan-Mu…

Astagfirullah, subhanallaah, alhamdulillaah, Allaahuakbar.

Mimpi Indah (alhamdulillah)

March 29th, 2008 by al-fath

Mimpi yang indah,silakan anda ceritakan.

Mimpi buruk berlindunglah pada-Nya dan meludahlah ke kiri 3 kali..Dan jangan ceritakan mimpimu kepada orang lain. Karena mimpi buruk itu datangnya dari Syetan dan mimpi yang indah itu datangnya dari Allah.

Bertemu rasulullah dalam mimpi merupakan mimpi yang terindah…bahkan bertemu rasulullah di dalam mimpi kita merupakan impian setiap mukmin. Rasulullah idola kita….

Jadi teringat sahabat yang melalui dirinya saya mengambil banyak pelajaran. Seorang teman di Latihan Baris berbaris dulu. Kecil tapi penuh wibawa.

Sewaktu SMA dulu saya maju kedepan kelas untuk menceritakan "my obsession in this life" waktu itu pelajaran bahasa Inggris.

Setelah mempresentasikan obsesi saya dalam kehidupan ini saya ditanya oleh guru saya. Siapa idola kamu dan yang paling banyak memotivasi kamu dan yang menjadi tokoh panutan bagi kamu?

Sejenak saya berpikir…siapa ya? saya kemudian menjawab nama salah satu nama seorang ustadz indonesia….sebenarnya itu bukan jawaban yang spontan…hanya sekedar untuk bisa menjawab pertanyaan itu…

Setelah menjawab hal itu saya dipersilakan duduk… saat duduk kembali ke tempat belajar saya, teman saya berbicara sedikit kepada saya…Mmm kalo aku jadi kamu Go, aku akan jawab Rasulullah saw idola saya. Karena kata ustadz saya jika kita mengidolakan manusia selain Rasulullah dia hari akhir nanti kelak setiap manusia mengikuti orang yang diidolakannya.. Jika yang diidolakan masuk neraka maka masuklah meraka ke dalam neraka, jika yang diidolakan masuk syurga maka dia ikut masuk syurga (kira2 begitu ceritanya kepada saya)….

Jedeebbb… hati terasa tersentak malu bercampur kaget.  Saya bertanya pada diri sendiri…"mengapa tak pernah terlintas dipikiran ini untuk menjadikan Muhammad saw sebagai idola, karena beliaulah yang pasti masuk syurga sedangkan selain beliau….?"

Sejak saat itu ku coba buka shirah dan mengenal Seseorang yang hampir kulupakan…seseorang yang memiliki akhlak yang agung seseorang yang begitu memukau dan berwibawa di kalangan sahabat-sahabatnya dan di kalangan musuh-musuhnya….

—————————————————————————————————–

Dalam mimpiku
ku ingin bisa bertemumu (Muhammad SAW)
Mimpi ibuku tentang wudhuku
dan mimpiku yang bertautan…
Dan Masjid berkubah hijau diatas awan…
Semoga menjadi bahan bakarku tuk kembali pada-Mu….

—————————————————————————————————–

Optimislah akan setiap mimpi indahmu karena Dalam hadist Qudsi " Aku  mengikuti persangkaan hamba-Ku"…

Cinta?

February 25th, 2008 by al-fath

Mencintai=memberikan cinta
Mencintai bukan berarti memiliki cinta

Apakah cinta itu? apakah suatu getaran di hati? atau apa?

Mencintai merupakan kodrat setiap manusia. Namun mungkin mencintai tak identik dengan memiliki. Boleh jadi kita mencintai seseorang setengah mati..tapi jangan harap dengan sekedar mencintai kita juga akan memiliki.

Adalah hak setiap orang untuk mencintai.

Aku memang bukan superman, bukan superhero, bukan spiderman pula…namun kami memiliki kesamaan…kami memiliki cinta. Mencintai orang-orang yang disekitar kami, sekuat apapun kami, selemah apapun kami, kami masih bisa mencintai dan kamipun butuh dicintai.

Dan aku..
aku hanya menjalankan kodratku..mencintai
ku sadari aku belum tentu memiliki setiap apa yang aku cintai..
bahkan kusadari yang kucintai bisa jadi bukan membalas cinta namun dengan goretan belati kebencian

Hanya ada satu cinta yang berbalas cinta….Cinta kepada-Nya.

Malam ini kucoba tautkan jari-jemari tuk tuliskan sesuatu.

Cinta kepada seseorang…bukan suatu yang salah, bahkan jadikan cinta sebagai motivasi..

Maafkan jika aku mencintaimu, karena sudah tugasku mencintaimu…dalam hati aku sering berkata..mengapa tak enyah saja perasaan ini. Mengapa semakin kucoba hilangkan…aku tak kuasa. Tak kuasa hilangkan perasaan yang dulu aku anggap sebagai beban , beban kehidupan. Apa yang hendak Dia sampaikan kepadaku?

Hatikupun berkata:"Mengapa anugerah kau anggap bencana? tak bisakah kau berpikir positif sejenak? pikirlah  hal yang baik yang hendak Dia sampaikan padamu. Cinta ini bukan untuk merusakmu, tapi semoga dengan cinta ini kau bisa menjadi orang yang kuat…jauh lebih kuat dari sekarang…menjadi orang yang bijaksana…menjadi hamba yang semakin mencintai Tuhannya. Kau salah mengartikannya selama ini..putar arahmu menuju arah yang positif yang lebih baik darimu….Namun sadarilah kau belum tentu memilikinya…dia wanita baik…lihat dirimu…hina..hina tak pantas untuknya..tunjukkan kepada Tuhanmu kalau kamu pantas untuknya…kalau kau tetap mencintai-Nya saat cinta makhluk menghampirimu…ketahuilah hidup ini hanyalah permainan yang melenakan…jangan terlena..jangan terlena…jadilah orang yang kuat…seperti Panglima kita…Guru kita..Kekasih kita…yang akhir-akhir ini sering kita lupakan dan lalaikan sabdanya…dia Muhammad saw..masih ingatkah engkau padanya?…mari..pulang kembali benahi diri…

Dunia akan tunduk dan mengemis kepadamu saat kau mengais cinta-Nya. Namun kau akan tunduk dan hina bahkan lebih hina dari seekor anjing yang menjulurkan lidahnya jika kau mencari cinta dunia….Kapan lagi kau kembali?kalau bukan sekarang? ".

My fingers told

February 3rd, 2008 by al-fath

When all are in your arms, why it is so difficult?
Menjadi seorang yang kredibel merupakan cita-cita yang mulia. Namun cita-cita ini ternyata membutuhkan pengorbanan yang sangat dan cukup melelahkan. Seringkali diri ini ingin menunaikan janji ataupun melaksanakan hal yang menjadi tanggung jawab kita sering kalipula rasanya halangan begitu besar terasa. Baik yang terjadi dari sisi diri sendiri maupun dari orang lain. Menjadi beban tersendiri bagi diri ini ketika janji-janji tak mampu terlaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Serasa diri ini hanya sekedar omong besar tanpa pelaksanaan yang konkrit.

Ya.. itulah yang sering kali terjadi pada diri ini. Mungkin banyak teman-teman yang kecewa atas sikap yang saya perbuat. Tapi mungkin semuanya harus dijelaskan dengan sejelas-jelasnya agar tidak terjadi kesalah pahaman. Semuanya terjadi diluar kehendak saya.

Berat rasanya mengucapkan Insyaallah, jikalau perkataan yang diikuti kata insyaallah tersebut tidak dapat terlaksanakan dengan baik. Terus teranng saya sering kali mengucapkan kata Insyaallah, hal ini buka berarti saya tidak ingin dan tidak sungguh-sungguh menunaikan janji saya. Namun saya sebagai makhluk lemah dan tiada berdaya tidak berhak memastikan sesuatu yang diluar kehendak saya.

My turn is make it better and better. Perbaiki kesalahan, tak peduli apa kata orang lain.

Mengapa harus segera menikah?

January 25th, 2008 by al-fath

Menikah , merupakan suatu hal yang begitu indah bagi setiap orang. Apalagi menikah yang dilandaskan cinta antara satu dengan yang lainnya. Dan pernikahan menjadi lebih indah dan menyenangkan jika dilandaskan dari niat yang baik.

Menikah menjadikan yang tadinya haram menjadi halal bagi suami istri. selain itu banyak hal yang bisa diambil hikmah dan keuntungan dari menikah. Bagi saya sendiri menikah itu adalah suatu benteng perlindungan dari berbagai permasalahan. salah satunya untuk menjaga pandangan dan hati.

Dengan penikahan seorang lelaki menjadi lebih dewasa dan memaksanya untuk bersikap dewasa. Dengan pernikahan juga bisa menjaga hati dari perbuatan riya yang awalnya ketika menjadi bujangan sepertinya agak sulit menjaga hati dari melakukan sesuatu karena si "dia".

Padahal segala yang kita lakukan harus karena Allah. Kalo bagi saya si.. dengan menikah membahagiakan hati si dia (pasangan kita) dengan berhias, menghibur dan lain-lain bisa menjadi bagian dari ibadah. Karena Allah memerintahkan kita untuk membahagiakan hati pasangan kita.  Dengan membahagiakan hati pasangan kita berarti kita turut serta menjaga keharmonisan rumah tangga dan itu merupakan bagian dari kebaikan.

Kalo saat ini (saat belum beristri) mungkin bagi saya menjaga hati dan meluruskan niat cukup sulit. Apalagi kalo sedang kena "demam merah jambu", susahnya menjaga hati dan meluruskan niat kerasa banget. Bagi saya fase ini  fase terberat. Kadang berpikir..pengen rasanya gak jatuh cinta sama seseorang sampai seperti itu… tapi gimana lagi ya?  mungkin ini cobaan hidup yang mesti dijalanin. Tapi terus terang sulit sekali jaga hati….huuuh (buang nafas).

Tapi kalo udah nikah mungkin wacananya berbeda. Ada seseorang yang memang sudah terfokus untuk kita curahkan kasih sayang n setiap perbuatan baik yang ditujukan kepada "dia" bisa jadi ibadah kalo niatnya  karena Allah. Bikin dia tersenyum bisa jadi ibadah, ngasih semangat ke dia jadi ibadah, ….wah banyak deh amalan yang bisa dijadikan sarana ibadah kalo udah nikah…apalagi kalo dapet istri yang sholihah dan penyabar. Emang bener ya… menikahi wanita sholihah berarti sudah mendapatkan 1/2 dari agama…..

Jadi inget ceramahnya Salim A Fillah, dengan menikah orang baru bisa lebih meresapi makna ayat-ayat yang berhubungan dengan kekuarga , puasa dll. contohnya aja  banyak deh.. coba baca ayat pada surat Al-baqarah….yang berbicara mengenai diizinkannya para suami "menemui" istrinya di malam bulan ramadhan…. kalo yang belum nikah mungkin belum bisa meresapi sepenuhnya….makna dari maksud ayat ini..

Intinya si…pengen segera menjaga hati dan menyempurnakan agama…tapi ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Pemilihan calon istri menjadi tantangan utama. Persiapkan kedewasaan diri menjadi keharusan. Persiapan nafkah untuk keluarga menjadi keharusan. Kasih sayang kepada orang tua tetap harus tercurahkan. Bakti kepada mereka jangan pernah berkurang sedikitpun….

But… it will be ok when we trust it to Allah…
Semoga diberikan jalan yang terbaik untuk selalu bisa menjaga hati dan meluruskan niat….

Agar aku bisa mencintai

December 18th, 2007 by al-fath

Hidup yang satu ini memang harus kita jalani. Sebagai anugerah dari Allah swt. Jika kita mampu mensyukurinya pastilah kehidupan seberat apapun akan terasa menyenangkan walau harus bertemu dengan banyaknya rintangan, kedukaan dan hal - hal yang kurang kita inginkan.

Namun dari bertemunya kita dengan rintangan, kesedihan dan hal-hal yang kita benci disitulah lahir hikmah yang banyak yang mesti kita telaah dan pikirkan serta mengambil intisarinya yang nilainya jauh lebih besar dari hal-hal yang kita benci tersebut. Seringkali kelelahan melahirkan juga jiwa yang tangguh dan lebih kebal terhadap keadaan yang begitu membutuhkan tenaga yang besar dan banyak, dengan kata lain kita bisa menjadi lebih kuat karena seringnya berinteraksi dengan hal yang bernama lelah.

Amarah, hmmm.. memang sesuatu yang menurut saya masih sulit untuk mengendalikannya. Namun amarah memang harus bisa dikendalikan dengan baik. Amarah kadang kala juga berguna. Amarah ibarat seekor binatang buas yang jika kita bisa mengendalikannya binatang tersebut akan menjadi jinak dan penurut. Amarah sebaiknya ditempatkan pada tempatnya, kita boleh marah jikalau menemukan hal/kejadian  yang memang meremehkan agama kita (Islam) ataupun menghina Tuhan kita.

Andai saja ada orang yang menghina agama ini (Islam) dan seandainya saja ditangan saya ada pedang yang tajam dan saya berada  tepat didekatnya.. Pastilah saya tebas batang lehernya…..

Karena membunuh orang semacam itu merupakan suatu kemuliaan….. Tak ada toleransi dalam hal ini.

Selembut-lembutnya hati seorang muslim haruslah  Murka jika agama nya dihinakan. Dan menjadi pertanyaan jikalau tidak ada sedikitpun amarah jikalau didepan matanya sendiri ada orang yang menghinakan Agamanya ini (Islam).

Namun kita juga harus berfikir jernih dalam menumpahkan amarah ini. Jikalau yang dihinakan ada di wilayah yang jauh dari kita. Dan menumpahkan kemarahan ada tatacaranya. Jangan sampai amarah kita menimbulkan kerugian bagi orang lain yang sebenarnya tidak bersalah sama sekali.

Jikalau kita ingin memerangi orang-orang yahudi … ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Bukan hanya sekedar demonstrasi. Namun menurut saya yang lebih bagus lagi kalau kita mampu berkuasa melebihi mereka.

Banyak pemuda Muslim yang memiliki kemampuan yang luar biasa dan otak yang cerdas. maka dari itu tidak ada salahnya jika kita coba menguasai dunia dari aspek-aspeknya. Baik perekonomian, polotik dan pemerintahan.

Nah, setelah kita berkuasa barulah kita buat jaringan kekuatan yang besar dan kokoh. Pengaruhi dan ajari tentang Islam orang-orang  yang berada dibawah kekuasaan kita. Didik mereka untuk menjadi otang yang "super" (memiliki otak yang cerdas, kekuatan dan dedikasi yang tinggi). Setelah itu ajak kerja sama semua pihak yang memiliki satu visi dengan kita. Walau kita tahu zaman sekarang ini sepertinya agak sulit menemukan orang yang satu visi, namun yakinlah jika kita ingin berbuat kebaikan pasti Allah berikan kemudahan.

Setelah kekuasan  dan kekuatan kita genggam, walaupun jumlah kita sedikit pasti dengan pertolongan Allah dan kekuasaan-Nya hati orang-orang yahudi ataupun orang-orang yang memusuhi kita akan takut dan mereka akan berfikir untuk bertindak yang macam-macam.

Sahabat yakinlah suatu saat Yahudi pasti akan Allah Hinakan dengan tangan-tangan Muslimin. Namun kapan saatnya? dan siapa saja yang berperan  dalam hal ini? kita atau orang lain?….

Sebuah nasihat bagi diriku:

Saat ini kamu menasihati orang untuk tidak marah…maka amalkan juga pada dirimu.

Tuk sahabat-sahabatku yang pernah melihatku marah:

Maaf, bukan ingin melampiasan kemarahan ini. Hanya saja saya belum mampu mengendalikan … namun kejadian yang lalu akan saya ambil peajaran dan Insyaallah tak akan terulang lagi… Mohon bantuan doa dan dukungannya serta Nasihatnya untuk orang yang sedang belajar menata diri ini. Kejadian waktu lalu  tak akan pernah saya ulangi (Insyaallah).

Ya Allah, dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Mu jadikan aku lebih baik dari hari-hari sebelumnya, walau saat ini kurasa aku cukup jauh dari-Mu.

Niat yang seringkali ternodai semoga engkau luruskan. Karena kelurusan niat dan keikhlasan hati karenaMu adalah impianku. Karena dengan lurus dan ikhlasnya hati.. Hidupku menjadi lebih berarti……

Ya Allah, aku ingin bisa menjadi hamba yang Engkau Cintai.
Menjaga pandangan dan pendengaranku lagi
yang selama ini aku lalaikan sehingga persoalan ringanpun terasa begitu berat aku jalani.

Aku ingin bisa mencintai-Mu.

Aku ingin bisa mencintai-Mu.
Saat kutuliskan hal ini Engkau pasti mengetahui dan melihatku….Luruskan hati dan Niatku ya Allah.

Ya Allah,  satu permintaanku …yang sangat kuharapkan. semoga jika aku jatuh cinta…luruskan Niatku hanya KarenaMu.

karena, cinta berlandaskan keridhoanmu, begitu indah dan luas terasa.
Aku ingin bisa mencintai-Mu dengan sungguh-sungguh ,bukan hanya sekedar tulisan dan kata-kata.

Semoga kelak aku bisa menjadi penghuni jannah-Mu bersama kekasihku dan seluruh Keluargaku….

Aaaamiiiiin.

Arti kamu bagi diriku

November 20th, 2007 by al-fath

saat jiwaku lunglai, hadirmu memapahku
saat aku marah hadirmu menasihatiku
Menasihati dengan wajahmu yang menyejukkan hati
saat aku lupa padaNya kau datang menjadi penasihatku
saat airmata membasahi kutemukan sapu tangan cinta dari tanganmu

saat duka menyapa…sapalah aku dengan cintamu dan kehangatan senyumanmu
dan katakan kepadaku  kata-kata pelipur luka..

karena engkau penyejuk mataku dan obat ketenangan hatiku…

Saat engkau sedih ku ingin bahuku jadi sandaran kepalamu
katakan padaku keresahanmu
saat engkau lelah, ku ingin aku
munjai sandaran bagimu
saat kau lemah ku ingin aku menjadi bahan bakar semangatmu
saat kau marah ku ingin aku menjadi air pereda amarahmu
saat wajahmu muram ku ingin bisa tersenyum untukmu… agar senyummu yang manis dan menyejukkan bisa kulihat kembali… karena senyummu begitu berarti bagiku

katakan padaku keluh kesahmu
keluh kesahku dan keluh kesahmu
karena kita hadir untuk saling melengkapi

( dari blog seorang sahabat yang tak ingin dituliskan namanya disini)
—tetap semangat ya…—–

salut

November 17th, 2007 by al-fath

Kehidupan ini adalah perjuangan yang diwarnai oleh keindahan , suka dan duka. Namun kesedihan tak selamanya meliputi diri kita … ada senyum dan tawa yang siap mengganti sedih dan luka…

ketegasanmu….ketegaranmu…. aku salutkan ….

nilai-nilai yang sulit aku dapatkan di kebanyakan orang…. nilai -nilai yang aku kagumi..

Persahabatanmu yang aku salutkan… ternyata engkau begitu berharga… di mata sahabatmu… suatu hal yang jarang aku temui.. persahabatan yang begitu indah…
aku salut padamu….

Hukum Nadzar

March 25th, 2007 by al-fath

HUKUM NADZAR : MAKRUH ATAU HARAM?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Setelah seseorang
menentukan nadzar dan arahnya ; apakah boleh seseorang merubahnya bila
mendapatkan arah yang lebih berhak ?

Jawaban
Akan saya kemukakan mukadimah terlebih dahulu sebelum menjawab
pertanyaan tersebut, yaitu bahwa tidak semestinya seseorang melakukan
nadzar, sebab pada dasarnya hukum nadzar itu makruh ataupun diharamkan
sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya di dalam sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya ia tidak pernah membawa kebaikan dan
sesungguhnya ia hanya dikeluarkan (bersumber) dari orang yang bakhil”
[1]

Maka, kebaikan yang anda perkirakan terjadi dari nadzar itu, bukanlah nadzar itu sebagai penyebabnya.

Banyak orang yang bila sudah sakit, akan bernadzar untuk melakukan ini
dan itu bila disembuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bila sesuatu
hilang, dia bernadzar untuk melakukan ini dan itu bila menemukannya
kembali. Kemudian, bila dia ternyata disembuhkan atau menemukan kembali
barang yang hilang tersebut, bukanlah artinya bahwa nadzar itu yang
menyebabkannya akan tetapi hal itu semata berasal dari Allah Subhanahu
wa Ta’ala. Dan Allah adalah Mahamulia dari sekedar kebutuhan akan suatu
persyaratan ketika Dia dimintai.

Oleh karena itu, anda wajib bermohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
agar disembuhkan dari sakit ini atau agar barang yang hilang ditemukan
kembali. Sedangkan nadzar itu sendiri, ia tidaklah memiliki aspek
apapun dalam hal ini. Banyak sekali orang-orang yang bernadzar
tersebut, bila sudah mendapatkan apa yang dinadzarkan, kemudian
bermalas-malasan untuk menepatinya bahkan barangkali tidak jadi
melakukannya. Ini tentunya bahaya yang amat besar. Sebaiknya,
dengarkanlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut.

“Artinya : Dan di antara mereka ada orang yang berikrar kepada Allah :
‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian dari karuniaNya kepada
kami, pasti kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang
yang shalih’. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian
dari karuniaNya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan
mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka
Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka
menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang
telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu
berdusta” [At-Taubah : 75-77]

Maka berdasarkan hal ini, tidak semestinya seorang mukmin melakukan nadzar.

Sedangkan jawaban atas pertanyaan diatas, maka kami katakan bahwa bila
seseorang bernadzar sesuatu pada arah tertentu dan melihat bahwa yang
selainnya lebih baik dan lebih diperkenankan Allah serta lebih berguna
bagi para hambaNya, maka tidak apa-apa dia merubah arah nadzar tersebut
ke arah yang lebih baik.

Dalilnya adalah hadits tentang seorang laki-laki yang datang ke hadapan
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah,
sesungguhnya aku telah bernadzar akan melakukan shalat di Baitul Maqdis
bila kelak Allah menganugrahkan kemenangan kepadamu di dalam menaklukan
Mekkah”. Maka beliau menjawab : “Shalatlah di sini saja”, kemudian
orang tadi mengulangi lagi perkataannya, lalu dijawab oleh beliau,
“Kalau begitu, itu menjadi urusanmu sendiri” [2]

Hadits ini menunjukkan bahwa bila seseorang berpindah dari nadzarnya
yang kurang utama kepada yang lebih utama, maka hal itu boleh hukumnya.

[Fatawa Al-Mar’ah, dari Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin, hal. 68]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah
Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa
Terkini, Penerbit Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam kitab Al-Iman (6608,6609), Muslim di dalam kitab An-Nadzar (1639,1640).
[2]. Hadits Riwayat Abu Daud di dalam kitab Al-Iman (3305)

dikutip dari www.almanhaj.or.id

Sikap Islam Terhadap Perbudakan

February 26th, 2007 by al-fath
Sikap Islam Terhadap Perbudakan

Jumat, 16 Februari 2007 07:53:35 WIB
Kategori : Aktual
function disabled

… halaman ke-1
SIKAP ISLAM TERHADAP PERBUDAKAN

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

Sebenarnya perbudakan dahulu telah tersebar ke seluruh penjuru dunia,
tidak hanya pada zaman Islam. Bangsa Romawi, Persia, Babilonia dan
Yunani seluruhnya mengenal perbudakan. Dan para tokoh Yunani, seperti
Plato dan Aristoteles juga mengakuinya. Bahkan mereka memiliki banyak
sebab untuk memperbudak seseorang , seperti adanya perang, tawanan,
penculikan atau karena menjadi pencuri. Tidak hanya itu, merekapun
menjual anak-anak yang menjadi tanggungan mereka untuk dijadikan budak,
bahkan sebagian mereka menganggap para petani sebagai budak belian.

Mereka memandang hina terhadap para budak, karena itu para budak
dipekerjakan untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan kotor dan berat. Dan
karena itu pula Aristoteles menganggap para budak hidupnya tidak kekal
di akhirat, baik mereka di surga atau di neraka, jadi para budak tidak
bedanya dengan hewan. Fir’aun pun memperbudak Bani Israil dengan
perlakuan yang paling keji, sehingga dengan tega ia membunuh anak
laki-laki Bani Israil dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.

Orang-orang Eropa pun ketika menemukan benua Amerika, mereka memberikan sikap yang paling buruk terhadap penduduk asli.

Begitulah perbudakan dengan sebab dan pengaruh-pengaruhnya yang sudah
menyebar luas di luar Islam. Kami hanya bisa menyajikan sedikit
gambaran dari keburukan dan kebiadaban sikap mereka terahadap para
budak.

Sekarang marilah kita perhatikan pandangan Islam terhadap perbudakan.

[1]. Islam Mempersempit Sebab-Sebab Perbudakan
Islam menyatakan bahwa seluruh manusia adalah merdeka dan tidak bisa
menjadi budak kecuali dengan satu sebab saja, yaitu orang kafir yang
menjadi tawanan dalam peperangan. Dan panglima perang memiliki
kewajiban memberikan perlakuan yang tepat terhadap para tawanan, bisa
dijadikan budak, meminta tebusan atau melepaskan mereka tanpa tebusan.
Itu semua dipilih dengan tetap melihat kemaslahatan umum.

Inilah satu-satunya sebab perbudakan di dalam Islam berdasarkan dalil
naqli yang shahih yang sesuai dengan dalil aqli yang shahih. Karena
sesungguhnya orang yang berdiri menghalangi aqidah dan jalan dakwah,
ingin mengikat dan membatasi kemerdekaan serta ingin memerangi maka
balasan yang tepat adalah ia harus ditahan dan dijadikan budak supaya
memperoleh kesempatan mendengar dan mengetahui dakwah.

Inilah satu-satunya sebab perbudakan dalam Islam, bukan dengan cara
perampasan manusia, ataupun menjual orang merdeka dan memperbudak
mereka sebagaimana bangsa-bangsa yang lain.

[2]. Islam Menyikapi Para Budak Dengan Lemah Lembut Dan Penuh Kasih Sayang.
Karena itu Islam mengancam orang yang memberikan beban berlebihan
kepada para budak, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam

“Artinya : Bertaqwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah budak-budak yang kalian miliki”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Budak memiliki hak makan/lauk dan makanan pokok, dan tidak boleh dibebani pekerjaan yang diluar kemampuannya”

Bahkan Islam mengangkat derajat mereka dari sekedar budak menjadi
saudara bagi tuan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Mereka (para budak) adalah saudara dan pembantu kalian yang
Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka barangsiapa yang memiliki
saudara yang ada dibawah kekuasannya, hendaklah dia memberikan kepada
saudaranya makanan seperti yang ia makan, pakaian seperti yang ia
pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang
memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang
berat, hendaklah kamu membantu mereka”

Islam tidak hanya meninggikan derajat mereka dalam masalah sikap yang
harus diberikan, akan tetapi juga di dalam berbicara dengan mereka,
sehingga mereka tidak merasa rendah diri, karena itu Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan : “Hai
hamba laki-lakiku, hai hamba perempuanku”, akan tetapi katakanlah, “Hai
pembantu laki-lakiku, hai pembantu perempuanku”

Bukan hanya itu, Islam bahkan tidak menjadikan nasab atau atau
jasad/tubuh sebagai standard kemuliaan seseorang di dunia dan di
akhirat, namun kecakapan dan nilai maknawilah standard kemulian manusia.

“Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi
Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa” [Al-Hujurat : 13]

Karena itu, berbekal ilmu dan kemampuan yang dimiliki, beberapa bekas
budak dapat menyamai kedudukan tuannya, baik dengan menjadi panglima
perang, pemimpin umat, hakim atau jabatan-jabatan agung yang lainnya.
Ini semua karena kemampuan mereka yang merupakan sumber kemuliaan.

Disamping mengangkat derajat mereka, syari’at juga mengawasi dan
memperhatikan pembebasan budak dengan cara mendorong perbuatan tersebut
dan menjanjikan keselamatan dari api neraka serta keberuntungan dengan
masuk surga bagi seorang yang membebaskan budak. Seperti hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

“Artinya : Barangsiapa membebaskan budak yang muslim niscaya Allah akan
membebaskan setiap anggota badanya dengan sebab anggota badan budak
tersebut, sehingga kemaluan dengan kemaluannya”

Cukuplah didalam keutamaan membebaskan budak, hadits shahih diatas dan
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Umamah dan
sahabat yang lain.

“Artinya : Siapa saja seorang muslim yang membebaskan seorang budak
yang muslim, maka perbuatannya itu akan menjadi pembebas dirinya dari
api neraka”

Hadits dan atsar yang mendorong untuk mebebaskan budak banyak sekali,
dan tidak ada perbuatan baik yang lebih besar daripada membebaskan
seorang muslim dari perbudakan. Karena dengan kemerdekaan dirinya
sempurnalah derajat kemanusiaan yang ia miliki setelah dahulunya
bersetatus seperti hewan.

Kemudian Islam memiliki beberapa sebab kemerdekaan seorang budak, baik merdeka secara terpaksa atau merdeka secara ikhtiari.

Jalan merdeka secara paksa adalah.
[a]. Barangsiapa melukai tubuh budaknya maka ia wajib membebaskan
budaknya tersebut. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang mengisahkan
adanya seorang tuan yang memotong hidung budaknya, maka Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada budak itu.

“Artinya : Pergilah engkau karena sekarang engkau orang yang merdeka”,
maka budak itu berkata, “Ya Rasulullah saya ini maula (budak) siapa?”
Beliau menjawab ; “Maula Allah dan RasulNya

[b]. Seorang budak dimiliki oleh beberapa orang, lalu salah seorang
pemilik membebaskan bagiannya, maka pemilik tadi harus membebaskan
bagian sekutunya secara paksa. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

“Artinya : Barangsiapa membebaskan bagiannya dari seorang budak, maka ia wajib membebaskan seluruhnya”

Dalam hal ini perlu ada rincian yang memerlukan pembahasan tersendiri.

[c]. Barangsiapa memiliki budak yang ternyata masih kerabat dekatnya
maka wajib atas pemiliknya untuk membebaskan secara terpaksa.
Berdasarkan hadits.

“Artinya : Barangsiapa memiliki budak yang termasuk kerabatnya bahkan mahramnya maka budak itu merdeka”

Inilah sebab-sebab secara terpaksa yang menghilangkan hak milik tuan
terhadap budaknya. Sebab-sebab terpaksa ini di syari’atkan karena
adanya rahasia syar’iyah dan pengaruh khusus sehingga syari’at tidak
menjadikannya sebagai sebab pilihan atau sebab yang bisa dirujuk/ di
batalkan

Disamping mendorong untuk mebebaskan budak, syari’at juga menjadikan
pembebasan budak sebagai kafarah pertama untuk selamat dari dosa-dosa,
pembebasan budak sebagai alternatif pertama untuk kafarah bersetubuh di
siang bulan Ramadhan, zhihar (seorang suami mengatakan kepada istrinya
bahwa punggungnya seperti punggung ibunya, yakni suami tidak mau
menggauli istrinya, -red) dan membunuh secara tidak sengaja

ISLAM AGAMA KEMULIAAN KEAGUNGAN DAN KEADILAN
Setelah keterangan diatas, bagaimana mungkin orang-orang Barat atau
orang yang ke barat-baratan mencela sikap Islam terhadap masalah
perbudakan. Kemudian mereka membuka mulut lebar-lebar serta meneriakan
kemerdekaan dan hak asasi manusia, sedangkan merekalah yang memperbudak
rakyat dan menghinakan banyak bangsa. Mereka memperbudak bangsa lain di
tengah-tengah bangsa itu sendiri, merampas harta benda dan menghalalkan
negeri untuk di jajah. Mereka mengangkat kepala untuk meneriakan HAM
(hak asasi manusia) sedangkan mereka sendiri menyikapi golongan
masyarakat di dalam negeri mereka lebih rendah dari pada cara bergaul
dengan budak.

Dimanakah keadilan Islam dibandingkan dengan sikap orang-orang Amerika
terhadap orang-orang Negro dengan adanya larangan masuk sekolah,
menjabat atau bekerja sebagai pegawai negeri. Seolah-olah mereka
menganggap orang-orang Negro sama dengan hewan.

Dan dimanakah “Ihsan” dan rasa santun Islam dibandingkan dengan
tindakan orang-orang Barat kepada para tahanan yang kini masih terdapat
di dalam penjara yang gelap, padang belantara dan tempat-tempat yang
tidak dikenal (di daerah pembuangan).

Dimanakah negeri Islam yang penuh cinta kasih sayang yang memberikan
keadilan kepada seluruh penduduknya dari berbagai jenis strata sosial,
agama dan ras sebagai bangsa dalam hak dan kewajiban, bila dibandingkan
dengan perbuatan kriminal orang-orang Prancis terhadap manusia -
manusia merdeka di Aljazair, di tengah-tengah negeri mereka sendiri dan
di tengah-tengah bangsa mereka sendiri. Nyatalah sudah bahwa tuduhan
yang mereka kumandangkan adalah tuduhan palsu/bathil

Setelah keterangan ini, apakah belum tiba saatnya bagi para reformis
dan pecinta perdamaian untuk membuka mata mereka kemudian kembali
kepada ajaran Islam dengan penuh perenungan dan kesadaran, sehingga
mereka menjadi sadar akan kebahagian manusia dalam ajaran Islam, baik
untuk saat ini atau masa yang datang.